Apa yang menumbuhkan semangatku?

Pertanyaan ini tidak sering kutanyakan pada diriku. Namun, kali ini aku mencoba menjawabnya dengan sungguh.

Advertisements

Ketika aku berada di Medan, Mama bertanya begini, “Abang, tahu enggak apa yang menumbuhkan semangat Abang ketika Abang lagi down? Mama tahu lho.”

Ku mencoba mengingat kembali hal-hal yang pernah membuatku kembali bersemangat dalam hidup. Yang pertama muncul dalam benak saat itu ialah teman-teman yang meluangkan sedikit banyak waktunya untukku. Kuhendak menjawab itu, tetapi ragu dengan maksud pertanyaan tadi.

“Abang enggak tahu, Ma.” balasku.

“Ah, masa lupa. Baru tahun ini kejadiannya.”

Hah? Berarti jawabannya bukan hal yang sebelumnya pernah kualami. Tapi aku tetap tidak bisa mengingatnya.

“Ya saat Abang bisa menyelesaikan FYP (Final Year Project) abang. Ingat kan, saat itu Abang sudah putus asa sampai mondar-mandir di jembatan Hall 3 (huhehehe, mau ngapain ya?). Kita semua juga sudah sedih nan pasrah. Kita minta Abang untuk pulang saja dan drop-out supaya bisa kuliah di Indonesia saja. Tapi kemudian Abang bisa menemukan proyek yang serupa dengan tugas akhir Abang, dan akhirnya Abang bisa semangat lagi untuk melanjutkan skripsi dan lulus. Nah, itu.”

“Oh, iya bener juga, Ma. Kalau diingat-ingat lagi, kalau waktu itu (nemuin laporan proyek orang) tidak ada,  mungkin Abang enggak tahu gimana lanjutinnya.” kataku sambil tersenyum kepada Mama yang tersenyum balik.

Tetapi aku masih merasa ada yang kurang dengan jawaban itu. Di pikiranku, kejadian itu masih bisa dikategorikan sebagai kebetulan. Kebetulan yang peluangnya bergantung pada banyaknya laporan di bidang yang berhubungan dengan FYP-ku, bergantung pada waktu aku mencari-cari publikasi, dll. Intinya, itu hanya kebetulan dalam jangka waktu singkat.

Sabtu pada minggu yang sama, aku pun bersiap untuk melewati pintu menuju ruang tunggu pesawat ke Singapura. Perasaan sedih karena perpisahan semakin terasa ketika kita menyadari waktu kita berkurang perlahan-lahan dengan orang yang kita tinggalkan. Ditambah dengan pikiran adanya kemungkinan kita tidak bisa bertemu lagi, aku pun menyinggung pertanyaan yang diajukan Mama sebelumnya.

“Ma, ingat kan, pertanyaan yang Mama tanya ke Abang tentang apa yang membuat Abang bisa semangat lagi?”

“Ingat. Kenapa, bang?”

“Ya, Abang punya jawaban yang lain aja. Menurut Abang, waktu Abang menemukan laporan yang mirip dengan skripsi Abang cuma kebetulan aja-”

“Itu enggak kebetulan, Abang.” potong Mama cepat. “Tuhan sudah siapkan hal itu ketika Abang enggak tahu lagi mau gimana kerjain skripsinya.”

“Iya, Ma. Abang percaya juga itu rencana Tuhan. Cuman kalau kita mencoba mengukur kejadian itu di skala kemungkinan hal itu adalah ‘kebetulan’, kita bisa melihat ada banyak faktor yang bisa membuat ‘kebetulan’ itu semakin mungkin. Abang tahu ada hal yang lebih dari itu yang selalu membuat semangat Abang, yang tidak mungkin disebut ‘kebetulan’. Tahu gak itu apa, Ma?”

“Enggak.”

“Ya, Mama dan Papa.” jawabku yang segera menjelaskannya, “Abang bisa jadi begini sekarang karena usaha Mama dan Papa selama 21 tahun. Ini bukan hanya ‘kebetulan’. Abang sudah bisa sekolah, dan lulus kuliah karena keluarga, karena ada orang-orang yang dengan sadar membantu Abang mewujudkan itu semua. Itu sih yang Abang pikir hal yang paling membuat Abang tidak patah semangat. Terima kasih ya, Ma, sudah membesarkan Abang.” Dan aku pun memeluk Mama sambil mengucapkan kalimat terakhir.


Cerita ini ditulis agar aku mengingat sebuah alasan untuk tidak menyerah dalam hidup. Agar aku mengingat bahwa diriku yang sekarang adalah hasil kerja keras dari orang yang memberi bukan hanya waktu tetapi hidup mereka demi kelangsungan hidupku. Agar aku mengingat orang-orang yang jasanya tak terbalaskan. Terima kasih Tuhan telah mengaruniakan orang demikian dalam hidupku.

Soli Deo Gloria.

 

 

Author: Arga Roh Sahrijal Saragih

I love to learn. I love to code. I love to read. Gonna be a professional Software Engineer. Happy to sing and to write. Enjoy a good company. Prefer tea. Manage an online library at https://instagram.com/ruangbaca__

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s