Tidur

My first short story in the blog. Inspired by the short story ‘Tidur’ by Dewi ‘Dee’ Lestari.
A young man waiting for the woman that changed his life…

Advertisements

11 hari… 11 jam..

Demikian banyaknya waktu telah berlalu sejak kedatangan dia kembali di negeri yang asing itu… “Apa kabarmu?”, sebuah pertanyaan yang terulang ratusan kali.. mungkin ribuan, dalam benak seorang pemuda tanpa sekalipun terucap melalui bibirnya. Rasa rindukah? Mungkin. Hampir 10 bulan pemuda itu menunggu, tanpa ada kabar dari dia, wanita yang berhasil membuat pemuda ini merasa sakit dan sembuh… sedih dan gembira… menangis dan tertawa..

1 hari…

Lamanya si pemuda untuk memutuskan “Aku harus menemui dia” ketika tahu dia sudah tiba. Namun, si pemuda tak kunjung beranjak dari tempatnya. Teman-temannya memberitahunya tentang perubahan sosok wanita itu: semakin cantik, semakin ayu, semakin langsing, dll…
Si pemuda tertawa kecil mendengar mereka menjelaskan setiap detail yang berubah dari si wanita.
“Ayo”, pikirnya, “…begitu sulitkah bertemu dengan seorang teman lama?”. Tidak sulit. Dia hanya seorang teman. Seorang teman yang telah memberi kenangan.. manis dan pahit.. suka dan duka..

1 jam…

Lewat dari waktu kedatangan si wanita. “Akhirnya…”, kata si pemuda setelah selesai menolong temannya memasuki rumah baru. Dia melihat agenda hariannya, tertera ‘Welcome her’ di sebelah kotak bergaris hitam. Dalam kelelahan si pemuda bertanya kepada teman si wanita tentang keberadaan si wanita. Detik berlalu… Menit berlalu… Tak jua mendapat kabar…
Akhirnya memutuskan untuk menunggu di kamar karena lelah yang sangat amat…

[BUNYI PESAN MASUK]

Si pemuda segera membaca pesan tersebut mengira itu dari teman si wanita. Benar saja, pesan itu memang berisi kabar keberadaan si wanita:



…’uda tdr’

Pemuda itu tersenyum. Lega. Mengetahui si wanita sudah tidur, terlelap, membuatnya mengurungkan niatnya untuk bertemu. Di keluarkannya agenda hariannya, dibuatnya tanda silang berwarna merah dalam kotak di sebelah tulisan ‘Welcome her‘.


Sekian lama sudah kita tak berjumpa
Tiada terbilang lagi rindu ini
Dalam haru, ku membisu

Oh…
Malam ini kucukupkan hanya menatapimu
Malam ini kuputuskan untuk jaga tidurmu

-Penggalan lirik lagu ‘Tidur’ cipt. Dewi Lestari-


Hi! I am starting to write short stories like this one on this blog from now on. They are all inspired by the novel Rectoverso: The wonder of unrequited love by my favourite author, Dewi Lestari, or you might have known her by his pen-name, Dee. They are all fictional. So any similarities on the characters, plot, dialogue, are coincidences. I plan to write all of them in Bahasa Indonesia (and this is my first post in Bahasa Indonesia), but we will see if I am confident enough to write one or two in English later. Thank you for reading. Please feel free to comment anything about the story in my blog so I may improve the subsequent stories. I hope you like it. 🙂

GERMANY WINSTHE 2014 FIFAWORLD CUP!

 

Author: Arga Roh Sahrijal Saragih

I love to learn. I love to code. I love to read. Gonna be a professional Software Engineer. Happy to sing and to write. Enjoy a good company. Prefer tea. Manage an online library at https://instagram.com/ruangbaca__

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s